BENGKULU UTARA – Puluhan warga Desa Air Manganyau di Kecamatan Batik Nau , hari ini kompak melayangkan penolakan atas pembangunan parit gajah oleh PT SIL Rabu, (16/9).
Pasalnya, pihak PT SIL yang bergerak di perusahaan perkebunan ini, menggali parit gajah yang dinilai akan mengganggu aktivitas perkebunan masyarakat setempat.
Suradi, salah seorang warga Desa Air Manganyau sekaligus ketua adat mengatakan pemaritan itu akan memutus akses utama yang selama ini digunakan para pekebun untuk mengeluarkan hasil tani.
“Jika pemaritan dilakukan, secara otomatis akses para petani yang memiliki kebun di dalam akan terbengkalai”ujarnya dengan kesal.
Tidak hanya itu, jalan itu juga digunakan warga penghubung menuju ke Desa Trans Durian Amparan, selain itu juga jalan itu di gunakan para ziarah kubur untuk berziarah ke makam salah satu Tokoh Agama terdahulu.
Nada serupa disampaikan Martouli . Ia meminta agar jalan yang mereka lalui membawa hasil tani selama ini tidak digali parit gajah.
Jika dilakukan pemaritan, dari mana kami bawa hasil? Ini jalan kami untuk mencari makan. Kalau bukan di sana kami cari makan kami akan lewat mana”katanya dengan sedih.

Terpisah perwakilan Perusahaan PT SIL Asisten humas, Sofyan Hamid menerangkan bahwa pihaknya tetap menjalankam apa yang jadi apa kebijakan perusahaan.
“Kami akan bekerja sesuai dengan peta HGU, para warga silahkan mengambil tindakan yang sesuai, kalo ada lahan warga yang yang terganggu perusahaan siap bertanggung jawab”jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penyelesain yang serius.
